Jl. Sala KM 11.5 Yogyakarta
humas@sttii-yogyakarta.ac.id
(0274) 496257

STTII Yogyakarta Awali Semester Genap 2025/2026 dengan Semangat "Sustainable Transformation"

03 Feb 2026 Berita Tahun 2026
STTII Yogyakarta Awali Semester Genap 2025/2026 dengan Semangat "Sustainable Transformation"

YOGYAKARTA – Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Yogyakarta resmi memulai kegiatan akademik Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 melalui Ibadah Pembukaan Semester yang berlangsung khidmat. Mengusung tema besar "SUSTAINABLE TRANSFORMATION: GROW OR BE LEFT BEHIND", seluruh sivitas akademika diajak untuk terus bertumbuh dan bertransformasi agar tetap relevan dalam pelayanan di era yang terus berubah.

Pesan utama yang disampaikan berlandaskan pada kitab Amsal 24:3-7, yang menekankan pentingnya membangun kehidupan dan pelayanan di atas fondasi yang kokoh. Dalam khotbah tersebut, dipaparkan 5 Pilar Utama agar mahasiswa mampu mengalami transformasi yang berkelanjutan:

1. Hikmat sebagai Fondasi (Amsal 24:3a)

Transformasi harus dimulai dengan meminta hikmat dari Tuhan. Mahasiswa diingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup. Pelayanan yang berdampak harus dibangun di atas "Batu Karang" yang kokoh—yaitu hikmat ilahi—agar tidak mudah goyah oleh tantangan zaman.

2. Manajemen Waktu dan Energi (Amsal 24:3b)

Memasuki semester yang baru, pilar kedua adalah pengelolaan diri. Keberhasilan studi dan pelayanan sangat bergantung pada bagaimana mahasiswa mengelola waktu dan energi yang Tuhan percayakan sepanjang semester ini.

3. Kompetensi: Menjadi Ahli (Amsal 24:4)

Mahasiswa didorong untuk keluar dari zona "rata-rata" dan berjuang menjadi ahli di bidangnya. Tuhan layak dilayani oleh tangan-tangan yang terampil. "Isilah kamar diri Anda dengan keahlian yang spesifik," menjadi pesan kuat agar setiap mahasiswa memiliki nilai tambah (skill) yang mumpuni dalam pelayanan.

4. Perencanaan yang Detail (Amsal 24:6)

Menghormati masa depan berarti merencanakannya dengan baik. Karena Tuhan adalah pribadi yang detail, mahasiswa diajak untuk mulai menyusun strategi studi dan pelayanan semester ini dengan seksama. "Ambil pena, susun strategi," menjadi seruan untuk bertindak nyata.

5. Keterbukaan untuk Belajar (Amsal 24:6-7)

Pilar terakhir menekankan pentingnya kerendahan hati untuk terus belajar. Transformasi hanya bisa terjadi jika seseorang membuka diri terhadap masukan, nasihat, dan pengetahuan baru, sehingga ia tidak terjebak dalam kebodohan atau kepuasan diri yang semu.

Ibadah pembukaan ini diakhiri dengan doa bersama untuk seluruh dosen, staf, dan mahasiswa agar penyertaan Tuhan menyertai setiap proses belajar mengajar di STTII Yogyakarta selama satu semester ke depan.